09 June 2018

PETER PAN SYNDROME AND CINDERELLA COMPLEX

Apa itu Peter Pan dan Cinderella sindrom?

Semua berawal dari kasih sayang orang tua dan over proteksi sejak dini yang tidak pada tempatnya, sehingga membunuh kemandirian anak dan membuat rendahnya kemampuan untuk survive dalam menghadapi masalah kehidupan. Yang pada akhirnya mencetak laki-laki dengan Peter Pan Syndrome, yaitu laki-laki yang tidak pernah dewasa, atau anak perempuan dengan Cinderella Complex yang mengharap 'prince charming' datang untuk menyelamatkan karena tak mampu menghadapi kesulitan hidup akibat terlalu dilindungi.

Ciri-ciri anak dengan Peter Pan Syndrome adalah mereka terbiasa hidup nyaman tanpa beban tanggung jawab, tidak suka bekerja keras, kegiatannya banyak main-main, tidak mandiri/dewasa, tidak berani mengambil keputusan dan menanggung resiko, kurang percaya diri, enggan hidup sendiri karena ketergantungan pada orang lain. Biasanya mereka cenderung suka menentang, pemberontak, susah punya komitmen, pemarah, tidak bisa menerima kritikan, mudah sakit hati, terlalu cinta diri sendiri, senang memanipulasi dan menolak hubungan dengan lawan jenis. Akibatnya mereka tidak mampu berpikir tentang dirinya dan tidak mampu menangani problem yang menimpanya karena sejak kecil semua masalah diatasi ayah, bunda dan/atau pengasuhnya.

Cinderella Complex biasanya menimpa anak perempuan yang selalu dilindungi atau yang hidupnya dalam keadaan tertekan. Ia mengharap ada figur yang dapat menyelamatkannya disetiap masalah yang dihadapi, tanpa berusaha untuk berjuang dengan mengerahkan segenap kemampuan.

* pernahkah kita menyuapkan makanan pada anak kita yang sudah SD karena kuatir dia sakit jika tidak makan ?
* pernahkan kita melihat anak SD berjalan melenggang, sementara bunda/pengasuhnya membawakan tas mereka ?
* apakah kita akan tergopoh-gopoh datang ke sekolah untuk mengantarkan buku yang ketinggalan daripada membiarkannya disetrap karena kelalaian ?
* apakah kita akan membuka satu per satu buku anak untuk mencari PRnya, kemudian mengoreksi PR dengan tangan kita bahkan menolong membuatkan supaya nilainya bagus ?

Jika hal tersebut terjadi pada kita, maka waspadalah kita sedang menjerumuskan karakter diri anak kita, Kasih sayang yang kita berikan akan merusak kemampuannya untuk survive di masa depan.

Untuk menjadikan anak yang tangguh perlu banyak belajar, usaha dan sabar serta memperhatikan 9 aspek berikut :
1. Fisik
2. Kesehatan
3. Daya Tahan Mental
4. Kestabilan Emosi
5. Kemampuan Sosial
6. Keimanan
7. Ibadah kepada Tuhan
8. Ketrampilan, dan
9. Seksualitas yang normal

Mau dibawa kemana pola asuh yang kita terapkan ? sepenuhnya adalah hak kita sebagai orang tua.

sumber : nn

No comments:

Post a Comment