02 July 2018

Datanglah... Damailah Jiwaku

aku hanya ingin pergi meninggalkan semua cerita ini dan berhenti, berhenti berpikir tentang hal-hal yang menyakitkan. Tapi kemana?! Aku telah terpasung di sini bersama kenangan dosa.
Aku ingin berteriak... tapi tak punya keberanian,
Aku ingin berontak....tapi tak punya nyali,
Aku ingin marah.... tapi aku takut,
Aku ingin... tapi cuma bisa menitikkan airmata di sudut ruangan yang sepi dan hening, cuma bisa menangis diderasnya hujan (tapi musim kemarau tak ada hujan),

Tuhan.... jadilah penolongku, kuatkan jiwaku kuatkan hatiku saat hari demi hari harus ku jalani demi mengurangi dosa lampauku,hanya mengurangi tuhan bukan menghapusnya karena Engkaulah yang berkuasa atas pengampunan itu. Tanpa pernah disadari semua yang dilakukan baik manis, pahit, memilukan, menyakitkan akan menerima balasannya, itulah mungkin yang disebut dengan karma, sakitnya lebih sakit dari luka yang pernah ditorehkan.

kemarin seteguk air 'surga'   mampu membiusku,
seteguk lagi membiusku hari ini, membiusku esok, membiusku lusa, esok lusa, sehari, seminggu, sebulan namun hanya sesaat,
hingga pikiran menyakitkan itu kembali datang dan datang lagi,  sungguh menyedihkan..... ):

kataku.... hai jiwaku, tunggulah hingga tiba waktunya nanti engkau akan berdamai, damailah jiwaku, bertahanlah, bertahan sebentar lagi hingga waktunya selesai,
damailah jiwaku.....

No comments:

Post a Comment