Ketika kata cinta seringkali diucapkan, janji sehidup semati sudah diikrarkan, lalu kemudian diciptakan sebuah pengkhianatan, pantaskah kita marah ? haruskah kita marah ? Kemarahan itu tidak berguna sama sekali, hanya melelahkan jiwa dan raga, juga takkan menyembuhkan luka hati, bahkan takkan bisa mengembalikan kepercayaan yang telah dikoyak.
Diam.... lebih baik hanya diam, biarkan sesekali airmata menetes tanpa diperintah, lepaskan pedihnya karena bila Sang Maha Cinta mengizinkannya terjadi dalam perjalanan ini, DIA jugalah yang akan menolong.
Kemarahan takkan memulihkan cinta yang telah retak, kemarahan takkan dapat membersihkan noda, kemarahan takkan mampu menghalangi hasrat cinta. Salahkan saja si pejantan yang selalu mempermainkan kejantanannya, salahkan juga si pemuas dahaga, salahkan saja mereka, biarkan mereka tenggelam mempermainkan kenikmatan dunia.
Lalu lepaskan... bebaskan.... abaikan masa lalu bukan masa depan, disana ada cinta sejati yang telah disiapkan olehNYA sedang menantimu dalam senyuman tulus dan ihklas.
Kemarahan takkan memulihkan cinta yang telah retak, kemarahan takkan dapat membersihkan noda, kemarahan takkan mampu menghalangi hasrat cinta. Salahkan saja si pejantan yang selalu mempermainkan kejantanannya, salahkan juga si pemuas dahaga, salahkan saja mereka, biarkan mereka tenggelam mempermainkan kenikmatan dunia.
Lalu lepaskan... bebaskan.... abaikan masa lalu bukan masa depan, disana ada cinta sejati yang telah disiapkan olehNYA sedang menantimu dalam senyuman tulus dan ihklas.
No comments:
Post a Comment