13 June 2018

TAK INGIN TERUNGKAPKAN

Sebenarnya ingin sekali ku sampaikan semua rasa sedihku pada kalian, ingin sekali menceritakan setiap detail kepahitan yang kurasakan, setiap pengkhianatan, rasa sakit yang ditinggalkan dan setiap trauma, hingga kebencian yang begitu mendalam. Namun ku tak tahu harus memulainya darimana, jadi aku hanya tersenyum meskipun hatiku begitu terluka, hidup memang tak seindah yang dikhayalkan.

Senyumku adalah sebuah topeng penyelamat bagiku. Dan saat ku sendiri akan kulepaskan topeng itu dan baru merasakan perihnya kehidupan yang harus ku jalani. Ada luka yang begitu dalam, ada cerita dan perjuangan yang begitu menyedihkan, namun aku harus tetap tersenyum karena itu caraku menjalani hidup.

Saat ada seseorang yang membenciku, menghujatku, menghinaku dan bahkan mengatakan hal yang buruk tentangku, rasanya ingin sekali membalasnya dan membuatnya menelan ludahnya sendiri pada setiap kata yang dia sampaikan. Namun aku menyadari takkan ada gunanya, dan aku memilih untuk diam.Aku berpura-pura tegar dan mengisi hariku dengan kebaikan, memendam naluriku untuk membalas. 

Hidupku nanti akan semanis senyum yang aku berikan... iya kan Tuhan

Aku tak akan berhenti berdoa, doa dari hamba yang penuh nista, dosa dan kesedihan, sebuah doa sederhana agar hidup yang aku jalani sesudah kesedihan itu adalah kebahagiaan. Sebuah harapan bahwa semuanya akan berakhir baik-baik saja.

1 comment:

  1. Jangan takut untuk melangkah pergi jika itu memang diperlukan, bukannya tak mampu bertahan, bukannya tak setia, bukan tak ingin bersama, namun bila dia menghilangkan setiap semangatmu, tak memperdulikan usahamu, lalu untuk apa bertahan dan memaksakan diri tuk mencintai. Hidup ini milikmu dan kamu sendiri yang memegang kunci kebahagiaan untuk dirimu sendiri.

    Jika kamu takut merasa sepi dan sendiri, saat kamu merasa takut kehilangan sandaran dan tujuan hidup, kamu seakan lupa masih banyak yang tulus mencintai.

    Mengikhlaskannya bukanlah hal yang mudah tuk dilakukan, tapi bukan berarti tak bisa, masih ada tempat untuk berlari, masih ada pundak sahabatmu saat menangis dan butuh pelukan, masih ada mereka yang siap mendengar cerita yang pahit. Sadarlah masih banyak yang mencintaimu, termasuk Tuhan mu.

    Setiap pilihan memang sulit, apalagi melepaskan seseorang yang dicintai, namun asal kamu mampu mempasrahkan semua, kamu akan mendapatkan lebih dari yang kamu harapkan.

    Saat kamu memutuskan untuk pergi, kamu akan mampu membuat dia menyadari keberadaanmu. Jika memang dia mencintaimu, dia akan memohon kamu kembali. Kamu akan melihat apakah dia benar-benar mencintaimu atau memang dia sudah lama menginginkan perpisahan tapi dia hanya tidak tahu bagaimana cara melepaskanmu. Jadi untuk apa membuang waktu untuk orang seperti itu. Lebih baik kamu melangkah dan menemukan seseorang yang jauh lebih indah yang sudah dipersiapkan Tuhan.

    ReplyDelete